Berita Viral ada disini


Ali Sadikin marah kepada orang tua yang membela anaknya di sekolah

HOBIPOLITIK- Warga Jakarta mungkin tidak asing lagi mendengar nama Ali Sadikin. Mantan Gubernur DKI di jaman Soekarno ini di kenal sangat tegas, berani dan tidak pandang bulu. Pria yang akrab dipanggil bang Ali ini, membereskan hampir semua masalah jakarta pada waktu itu. Mulai dari para calo sampai kontraktor tanah yang merugikan rakyat.

Letnan Jendral KKO TNI AL Ali Sadikin geram melihat kenakalan siswa di jakarta. Beberapa anak sekolah sampai berani memukul gurunya. Para guru takut untuk memberikan hukuman karena anak-anak itu membawa senjata milik orangtua mereka yang aparat keamanan. Jika ada apa-apa, orangtua mereka pun sering mengancam guru.

“Saya jadi backing para guru. Karena itu para guru tidak usah takut pada senapan yang ditodongkan kepadanya oleh murid atau orang tuanya. Saya punya 70.000 senapan. Laporkan kepada saya jika ada yang menghalang-halangi tindakan para guru. Saya akan bereskan! Ini sudah merupakan konsensus saya dengan kadapol Metro Jaya Brigjen Widodo,” kata Ali Sadikin dalam memoarnya seperti ditulis Ramadhan KH.

Bang Ali berkali-kali mengancam anak-anak yang nakal dan orang tua yang membela. Dia selalu menyampaikan ancaman ini di pertemuan guru dan orang tua.

“Hanya orang tua yang bodoh, yang tak tahu diri yang selalu membela anak-anaknya yang jelas dan tak benar,” teriak Bang Ali.

Setelah Bang Ali bersikap tegas, jumlah kenakalan pelajar pun berkurang. Tidak ada lagi laporan ada orang tua yang berani ancam guru.

Namun, Akhir-akhir ini kasus anak melapor ke orang tua sampai kepengadilan marak terjadi. Terakhir, yang menghebohkan adalah kasus Muhammad Samhudi, seorang guru SMP di Sidoarjo, Jawa Timur diseret ke pengadilan gara-gara mencubit muridnya dam menyuruh siswanya untuk mengikuti Salat.

Siswa tersebut dipanggil lantaran tidak mengikuti Salat Dhuha. Setelah itu, korban diminta membuka baju dan sepatu, dan mengalungkan sepatunya ke leher.

Samhudi lantas mencubit lengan korban di sisi kanan. Perbuatan Samhudi dilaporkan ke kantor polisi setempat. Karena berdasarkan hasil visum Puskesmas Balongbendo korban itu memang terbukti dicubit.

Dalam sidang kemarin, beberapa guru se-Sidoarjo melakukan aksi unjuk rasa. Mereka memberikan dukungan kepada Samhudi
Tag : Heboh!

Post Comment

Back To Top